Sabtu, 24 Oktober 2009

Acer Rilis Laptop dengan Tampilan 3D Pertama di Dunia

TEMPO Interaktif, Jakarta - Ada banyak cara untuk membuat laptop tak biasa. Acer tampaknya tahu betul hal itu. Maka perusahaan asal Taiwan ini pun meluncurkan Acer Aspire 573DG. Keunikannya, inilah laptop pertama di dunia dengan layar lebar yang mendukung gambar tiga dimensi (3D).

Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, diketahui bahwa Aspire 573DG adalah bagian dari seri Gemstone yang legendaris. Tubuhnya cukup tebal dengan dimensi 15,1 x 9,9 x 1,4 inci. Jangan bandingkan dengan Acer Aspire Timeline yang langsing dan ringan itu. Jauh berbeda.

Bila dibandingkan dengan desain tubuh HP Pavilion Dv6 atau Gateway NV5807u, Aspire 573DG memang masih kurang gaya. Tapi ia juga sesungguhnya tak sekaku Dell Studio 1555.

Bobotnya hampir 2,8 kilogram. Tentu bukan komputer jinjing yang nyaman disandang di bahu atau dijinjing dalam waktu lama.

Tawaran utamanya tentu saja kemampuan layar 15,6 incinya menampilkan gambar tiga dimensi. Ini semua berkat hardware berupa sepasang kaca 3D stereoscopic yang polarized, yakni bisa dilihat secara baik pada pencahayaan sehari-hari. Teknologi ini didatangkan oleh DDD TriDef, yang menyediakan peranti keras dan lunaknya sekaligus.

Kombinasi peranti keras dan lunak ini tak hanya mampu menampilkan gambar yang sudah dari sananya berupa tampilan 3D. Gambar dua dimensi (2D) pun bisa diubah menjadi 3D pada layar beresolusi 1.366 x 768 (resolusi standar untuk menampilkan gambar 3D secara optimal) itu. Termasuk foto, video game, dan video.

TriDef sudah membenamkan beberapa content yang sudah diubah menjadi 3D. Bagi yang ingin melakukan perubahan pada koleksi gambar, game, atau videonya, bisa memakai tool TriDef.

Malah, mengubah tampilan 2D menjadi 3D juga singkat, meski Acer memakai teknologi dari pihak lain. Hal itu bisa dilakukan secara instan dan mudah, asalkan pengguna membuka semua berkas multimedia itu melalui Media Portal-nya TriDef. Bila tidak, tampilannya tak akan berubah meski layarnya 3D.

Pengujian yang dilakukan PC Magazine, untuk foto, render-nya akan menghasilkan tampilan 3D yang bagus. Pada foto yang beresolusi tinggi, tampilan 3D jauh lebih dalam.

Masalahnya, pada video 2D dan DVD, perubahan ini tak terlalu kentara. Efek 3D sulit dideteksi pada format video WMV, AVI, dan MPEG. Teknologi DDD TriDef juga belum mengenali format H.264 dan MP4. Ia sementara hanya mengenali atau mengubah format dengan lebih baik pada format video definisi tinggi.

"Pada musim liburan ini, kami melihat bahwa content 3D sangat populer pada film dan video game," kata Ray Sawall, Senior Manager Product Marketing Acer Amerika, pada siaran persnya kemarin.

Adapun pembuat produk elektronik konsumen akhir-akhir ini tengah berlomba-lomba membuat perangkat yang bisa menghadirkan content 3D ke pengguna. Sejauh ini, diskusi masalah itu lebih sering terdengar di industri televisi seperti yang sedang digarap Panasonic, Mitsubishi, dan Sony, yang berencana melempar televisi yang kompatibel dengan 3D ke pasar pada 2010.

Di bisnis komputer, ceritanya masih minimal. Acer adalah satu dari yang sedikit vendor yang mencoba menghadirkan tren layar 3D pada komputer jinjing. Tampilan 3D bisa diraih hanya dengan beberapa klik pada tetikus dan itu tanpa membutuhkan kartu grafis khusus.

Aspire 5738DG sudah memakai sistem operasi Windows 7 yang diluncurkan oleh Microsoft secara resmi di seluruh dunia kemarin. Laptop ini dibanderol US$ 780. Prosesornya mengandalkan Intel Core 2 Duo, cip grafis ATI Mobility Radeon HD 4570. Selain itu, memori RAM 4 gigabita (GB), hard disk 320 GB, sebuah kamera web, dan TouchPad yang mengenali berbagai gestur jari-jari.



Baca Selengkapnya...

Anggota DPR Kecam Usulan Kenaikan Gaji Menteri


Usulan kenaikan gaji menteri yang diajukan oleh Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (PAN) dikecam anggota DPR. Rencana itu dianggap belum perlu direalisasikan saat ini.

"Rencana itu belum perlu, kita lagi krisis global dan ditimpa bencana alam," kata Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) DPR Marwan Jaafar saat berbincang lewat telepon, Jumat (23/10/2009) malam.

Menurut dia, lebih baik pemerintah menaikkan gaji prajurit TNI atau pegawai negeri sipil yang berasal dari golongan rendah. Hal ini lebih mendesak untuk dilakukan dibanding dengan menambah gaji menteri atau anggota DPR.

"Kalau soal menteri termasuk anggota DPR itu nanti-nanti ajalah. Tidak urgent," tambahnya.

Marwan mengaku sudah mendengar rencana kenaikan tersebut. Alasan kenaikan dilakukan dalam rangka program reformasi birokrasi.

"Tapi reformasi birokrasi itu bukan naik gaji yang utama, tapi peningkatan kualitas SDM dan perampingan birokrasi," tegasnya.

Sebelumnya, usulan kenaikan gaji disampaikan Deputi Kementerian Negara PAN Bidang Sumber Daya Manusia Ramli Effendi Naibaho pada Kamis (22/10). Kantor PAN bertugas mengajukan metode mengevaluasi besaran gaji yang diterima. Namun Meneg PAN yang baru EE Mangindaan mengaku belum tahu kantornya tengah mengusulkan kenaikan gaji.



Baca Selengkapnya...

ICW: Menteri Yang Tidak Lapor Kekayaan, Mundur Saja!

Pelaporan kekayaan harus menjadi prioritas utama program para menteri yang baru menjabat. Jika sejak awal malas untuk lapor, sebaiknya para pembantu presiden tersebut mundur saja.

"Indikator pertama apakah mereka bersih atau tidak adalah pelaporan kekayaan. Kalau tidak mau, mundur saja," kata peneliti ICW Emerson F Yuntho saat berbincang lewat telepon, Jumat (23/10/2009).

Emerson menambahkan, inisiatif untuk melaporkan kekayaan, menjadi catatan tersendiri bagi publik dalam menilai kinerja menteri. Bagi menteri yang tidak melapor, perlu dipertanyakan 'kebersihannya' selama ini.

"Ini harus jadi catatan, buat yang tidak melapor harus dicurigai," tambahnya.

Aturan tentang pelaporan kekaayaan ini diamanatkan oleh UU No 28 Tahun 1999 tentang penyelenggaraan pejabat negara yang bersih dan UU No 30 tahun 2002 tentang KPK. Meski tidak diatur soal waktu pelaporan, Emerson menilai, semakin cepat melapor semakin baik.

"Kapuspenkum (Jasman Pandjaitan) juga waktu itu melapor bisa sehari, apalagi ini menteri," tutupnya.

Sebelumnya, juru bicara KPK Johan Budi mengatakan, belum ada satu pun menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang melaporkan kekayaan. Pelaporan baru dilakukan 3 menteri lama, yakni mantan Menkum HAM Andi Matalatta, mantan Menhut MS Kaban dan mantan Menperin Fahmi Idris.



Baca Selengkapnya...

Jumat, 23 Oktober 2009

Tas guru dicuri, Rp 10 Juta Raib

Komplotan maling beraksi di wilayah hukum Polres Sragen, Kamis (22/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Komplotan maling menggasak dua tas milik guru SD Negeri I Puro, Karangmalang, Sragen yang berisi uang senilai Rp 10 juta.

Ironisnya, salah satu tas yang digondol maling adalah milik Ani Risprapti, 57, bendahara sekolah yang kebetulan membawa setoran dana BOS.
Sedangkan satu tas lainnya adalah milik Winarni, 57, yang diketahui adalah guru pengampu kelas V. Informasi yang dihimpun Espos di lapangan menyebutkan komplotan maling beraksi saat guru sekolah tersebut sedang menunggui siswanya bertanding olahraga di lapangan Kecamatan Karangmalang yang tidak jauh dari sekolah. Kebetulan saat itu ruangan guru sedang kosong dan hanya tinggal menyisakan kepala sekolah (Kepsek) yang berada di ruang sebelah.
Saat kosong itulah komplotan maling yang diperkirakan berjumlah dua orang masuk ke halaman sekolah boncengan sepeda motor. Salah satu pelaku berjaga di atas motor sementara satu pelaku lainnya masuk ke ruang guru. Mengetahui ruang guru telah kosong, maling kemudian mengambil dua tas korban yang tersimpan di dalam laci meja. ”Tas itu kami taruh di laci tapi kuncinya tetap nyanthol. Pikir saya aman karena ibu Kepsek berada di ruangan,” ujar korban Ani Risprapti.
Menurut Ani, sebelum meninggalkan sekolah dan menunggui siswa yang bertanding olahraga, dirinya beserta guru lain sudah berpamitan kepada Kepsek. Setelah diizinkan pergi menunggui siswa, dirinya sama sekali tidak menyangka maling berani masuk ke ruangan guru. Apalagi pada hari-hari biasa, tidak pernah ada kejadian pencurian meski tas ditinggal di dalam ruangan guru.
Dijelaskan Ani, kedua tas yang dicuri maling itu total berisi uang tunai sekitar Rp 10 juta beserta surat-surat penting lainnya. Tas milik Ani berisi sekitar Rp 8 juta dan tas milik Winarni berisi uang sekitar Rp 2 juta. ”Uang di tas saya adalah campuran uang BOS dan uang lain milik sekolah,” tambahnya.
Kapolres Sragen AKBP Drs Jawari SH melalui Kasatreskrim AKP Y Subandi mengatakan masih menyelidiki lebih lanjut kasus pencurian ini. Aparat kepolisian sudah melakukan olah TKP dan memburu pelaku pencurian.


Baca Selengkapnya...
Photobucket Photobucket Photobucket